Apa Itu Motivasi?

Motitif bersal dari bahasa latin movere yang berarti bergerak atai to move. Mitif adalah dorongan yang datang dari dalam diri sendiri. Motif bisa diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat atau merupakan driving force.

Motif adalah sebagai pendorongpada umumnya tidak terdidri sendiri, tetapi saling kait mengait dengan faktor-faktor lain, hal-hal yang dapat mempengaruhi motif sebagai motivasi.

Kalau seseorang ingin mengetahui mengapa orang berbuat atau berprilaku kearah sesuatu  seperti yang dikerjakan, maka orang tersebut akan terkait dengan motivasi atau perilaku yang termotivasi (motivated behavior). Motivasi merupakan keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku kearah tujuan motivasi dapat ditemukan tiaga aspek yaitu:

  1. keadaan terdorong dalam diri organisme (a driving state) yaitu kesiapan bergaerakkarena kebutuhan misalanya kebutuhan jasmani, karena keadaan lingkungan, atau karena keadaan mental seperti berfikir dan ingatan.
  2. perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan ini.
  3. goal atau tujuan yang dituju oleh perilaku tersebut.

Bahwa motivasi mempnuayi fungsi sebagai perantara pada organisme atau manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Suatu perbuatan dimulai dengan adanya ketidak seimbangan dalam diri individu, misalnya lapar atau takut. Keadaan tidak seimbang ini tidak menyenangkan bagi individu yang bersangkutan, sehingga timbul kebutuhan untuk meniadakan ketidaksimbangan itu. Misal mencari makanan atau mencari perlindungan. Kebutuhan inilah yang akan menimbulkan dorongan atau motif untuk berbuat sesuatu. Setelah melakukan perbuatan itu maka tercapailah keadaan seimbang dalam diri individu dan timbul perasaan puas, gembira, aman, dan sebagainya. Kecenderungan untuk mengusahakan keseimbangan dari ketidakseimbangan terdapat dalam dirti tiap oraganisme atau manusia dan ini disebut prinsip homeostatis.

Keadaan keseimbangan tidak berlangsung selama lamanya, karena setelah beberapa saat akan timbul ketidakseimbangan baru yang menyebabkan seluruh proses motivasi diatas diulangi. Karena itu, kita lihat disini, bahwa sebenarnya proses motivasi merupakan sesuatu lingkaran takterputus yang disebut lingkaran motivasi.

Motivasi sebagai inferensi, eksplanasi dan perediksi

Bahwa motif ini tidak dapat diamati secara langsung. Tetapi motif dapat dapat diketahui atau tyerifensi dari perilaku, yaitu apa yang dikatakan dan apa yang dibuat oleh seseorang. Dari hal tersebut dapat diketahui tentang motifnya. Misalnya seorang sesalu bekaerja dengan giat pada setiap tugas yang dikerjakannya untuk mencapai hasil yang baik. Dari keadaan ini dapat ditarik pendapat bahwa yang bersangkutan didorong oleh achivement motivasion yang tinggi. Dengan kesimpulan tersebut orang mempunyai alat yang baik untuk mengadakan eksplanasi mengenai prilaku. Sebagian besar perilaku diwarnai oleh adanya motivasi tertentu. Misalnya mengapa orang pergi kuliah? Jawabannya akan berkaitan dengan motivasi seperti ingin belajar, ingin mendapat pendidikan yang lebih tinggi, ingin mengangkat martabat kedua orang tua, agar mudah mendapat pekerjaan, dan sebagainya. Pada umumnya ingin kuliah ini terdorong dari beberapa motif tersebut.

Motif juga  membantu seseorang untuk mengadakan prediksi tentang perilaku. Apabila orang dapat menyimpilkan motif dari perilaku seseorang dan kesimpulan tersebut benar, maka orang dapat memprediksi tentang apa yang akan dibuat oleh orang yang bersangkutan dalam waktu yang akan datang misal. Orang yang mempunyai motif berafiliasi yang tinggi, mqaka ia akan mencari orang-orang untuk berteman dalam banyak kesempatan. Jadi serkalipun motif tidak menjelaskan secara pasti apa yang akan terjadi, tetapi dapat memberikan ide tentang apa yang sekiranya akan diperbuat oleh seworang individu. Misalnya orang yang akan butuh prestasi, maka ia akan bekarja secara keras, secara baik dalam belajar, bekerja ataupun dalam aktivitas-aktivitas yang lain.

Lingkaran Motivasi

Motivasi mempunyai sifat siklas (melingkar) yaitu motivasi timbul, memicu perilaku tertuju kepada tujuan (goal) dan akhirnya setelah tujaun tercapai motivasi itu terhenti. Tetapi itu akan kembali keadaan semula apabila ada sesuatu kevbutuhan lagi. Siklus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Tahap pertama timbulnya keadaan pemicu (driving state) intilah dorongan atau pemicu biasanya digunakan bila motif yang timbul itu berdasarkan kebutuhan biologisatau fisiologis. Drive timbul dapat karena organisme itu merasa ada kekurangan dalam kebutuhan misal, orang kurang tidur, maka ia butuh tidur dan kebutuhan ini mendorong untuk tidur. Drive juga bisa timbul karena pengaruh stimulus luar.

Kebutuhan akan prestasi merupakan salah satu motif sosial yang dipelajari secara mendetail dan hal ini dapat diikuti sampai pada waktu ini. Orang yang mempunyai kebutuhan akan meningkatkan performance. Sehingga dengan demikian akan terlihat tentang kemampuan berprestasinya. Untuk mengungkap kebutuhan akan prestasi ini dapat diungkap dengan teknik proyeksi.

Ungkap para peneliti bahwa orang yang mempunyai n-achievenment tinggi akan mempunyai performent yang lebih baik apabila dibandingkan dengan orang yang mempunyai n-achivement yang raendah.

Kesimpulan

Motivasi menjadi salah  satu faktor yang turut menentukan belajar yang efektif dan menentukan hasil  belajar yang lebih baik. Motivasi tidak dapat diabaikan di dalam kegiatan belajar mengajar, karena tanpa adanya motivasi suatu kegiatan belajar mengajar kurang berhasil. Sebagai salah satu kemungkinan yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan memberi rangsangan atau dorongan kepada siswa. Motivasi yang diberikan oleh guru merupakan faktor yang dapat menumbuhkan semangat siswa dalam mencapai tujuan belajarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2005.

http://digilib.upi.edu/

http://www.e-psikologi.com/

http://www.jogjabelajar.org/

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s